oleh

Kemenpora Menggandeng Dpp Ppmi Menyelenggarakan Festival Film Pendek Asian Games 2018

SIAGA1 – Jakarta. Berbicara tentang Film bukanlah hal yang baru bagi masyarkat Indonesia, film juga tidak hanya sebagai media hiburan saja melainkan sebagai media komunikasi antara pembuat film dengan penontonnya, Jumat (29/06)

Film juga merupakan salah satu sarana edukasi yang efektif yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan pemahaman baru, maupun perubahan pola pikir di tengah masyarakat. Di Indonesia berbagai jenis film sudah mulai merebak, film pendek merupakan salah satu jenis film yang sedang tersorot saat ini.

Seiiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) generasi muda Indonesia sudah semakin antusias membuat film pendek. Hasil karya mereka pun tidak dapat dipandang sebelah mata justru ini dipandang sebagai bukti nyata bahwa genarasi muda Indonesia saat ini mampu berkarya untuk memajukan dunia perfilman nasional.

Menyadari dan melihat realitas tersebut diatas maka, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (KEMENPORA RI), Deputi Pemberdayaan Pemuda, Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda menggandeng Dewan Pengurus Pusat Purna Prakaya Muda Indonesia (DPP PPMI) yang merupakan Alumni Program Kemenpora yaitu Jambore Pemuda Indonesia (JPI) dan Bakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP) merupakan organisasi kepemudaan tingkat nasional ini, mengadakan lomba film pendek tingkat nasional dalam Festival Film Asian Games 2018 (FFPAG).

Ketua Umum DPP PPMI, Muh. Ramdhan Ulayo yang juga aktif sebagai atlet takwando nasional ini diconfirmasi media menuturkan, Festival Film Pendek ini untuk pertama kali diadakan dalam rangka mendukung dan mempromosikan Asian Games dan Asian Para Games 2018 kepada masyarakat Indonesia dan dunia internasional “. Ujarnya.

Dalam dunia olahraga ini adalah ajang multi event terbesar kedua setelah Olimpiade, Asian Games adalah ajang olahraga paling bergengsi yang diselenggarakan oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA/Olympic Council of Asia) di wilayah benua Asia.

Serupa dengan Olimpiade, Asian Games yang diadakan setiap empat tahun sekali, dan edisi ke-XIII Asian Games kali ini kembali mempercayakan Indonesia sebagai tuan rumah untuk kedua kalinya, setelah 56 tahun silam tepatnya pada tahun 1962 Indonesia dipercaykan menjadi tuan rumah pada Asian Games edisi ke- IV. Tahun 2018 ini Asia Games diselenggarakan di dua ibu kota provinsi Indonesia yaitu Jakarta dan Palembang.

Asian games dan asian para games ke – 18 ini akan berlangsung pada tanggal 18 Agustus 2018 hingga 2 September 2018, akan digelar di Gelanggang Olahraga Bung Karno Jakarta dan Jakabaring Sport City Palembang. Ajang pesta olahraga ini akan diikuti oleh sekitar 15.000 atlet yang berasal dari 45 negara di ASIA yang akan berlaga di 42 cabang olahraga.

Event olahraga terbesar Se-ASIAN jika kita dikaji secara filosofis adalah untuk membangkitkan kembali semangat pemuda dalam menjaga marwah dan nilai – nilai perjuangan NKRI melalui bidang olahraga.

Berangkat dari sejarah hari kebangkitan nasional, hingga Proklamasi kemerdekaan bangsa ini telah membuktikan betapa pentingnya peran pemuda saat itu untuk memperjuangkan kemerdekaan di bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan cultural bangsa hingga semua sector kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam catatan sejarah, Presiden Soekarno dalam ASIAN GAMES ke-IV mengamanatkan mengenai 3 hal penting yaitu: olahraga mempunyai fungsi penting yaitu membangun manusia Indonesia baru; tiap olahragawan harus berdedikasi dan mempersembahkan hidup untuk Indonesia, nama Indonesia, masyarakat Indonesia; membangun persatuan Indonesia. Amanat inilah yang dijadikan pedoman bagi seluruh olahragawan, pimpinan olahraga dan semua orang yang melakukan kegiatan olahraga di pemerintahan.

Oleh karena itu, konteks perjuangan para atlet diberbagai bidang olahraga tidak dapat dipandang sebelah mata, karena mereka berjuang bukan untuk pribadi namun untuk menjaga nama baik bangsa Indonesia.

Sementara Asian Para Games 2018 Adalah ajang olahraga bagi para atlet-atlet yang memiliki keterbatasan fisik namun memiliki semangat olahraga yang luar biasa. Asian Para Games untuk pertama kalinya diadakan di Asia dan Indonesia. Sebagai contoh beberapa atlet yang telah mendedikasikan dirinya demi olahraga Indonesia, misalnya Guntur seorang atlet di cabang olahraga renang yang mampu menyumbangkan 5 medali emas meskipun hanya memiliki satu tangan dan Eko Yuli Irawan, seorang atlet abgkat besi yang mendapat penghargaan Best Lifter dalam turnamen angkat besi dunia.

Terakhir ditambahkan Ramdhan, untuk mensukseskan kegiatan ASIAN GAMES DAN ASIAN PARA GAMES 2018, maka Festival Film Pendek juga sebagai stimulus bagi para atlet Indonesia untuk menjadi sang juara yang akan kembali berjuang dalam event olahraga terbesar ini sebagai bentuk perwujudan dari “Energy of Asia”, tutupnya. (Red).

Baca Juga :  Saat Wartawan Istana Demam Asian Games