oleh

Wadan Yonif 511/DY : Garjas Periodik Sebagai Tolak Ukur Dalam Pembinaan Satuan

Yonif 511/DY melaksanaan kegiatan tes Kesegaran Jasmani Periodik II tahun 2018, di lapangan Yonif 511/DY dan kolam renang Sumber Udel Kota Blitar, Jawa Timur, Jumat (9/11/18).

Tes tersebut diawali dengan pengecekan personil yang akan melaksanakan tes Garjas, dilanjutkan pemeriksaan tahap awal kesehatan untuk mengukur tensi dan denyut nadi bagi para peserta oleh petugas Kesehatan Yonif 511/DY. Pelaksanaan tes Garjas diawasi oleh tim Jasrem 081/DSJ yang dipimpin oleh Kapten Inf Asnan selaku Pajas Korem 081/DSJ.

“Kami selaku koordinator Garjas menekankan kepada seluruh peserta Garjas agar melaksanakan kegiatan ini dengan semangat dan selalu hati-hati guna menghindari timbulnya kerugian,” Ucap Kapten Inf Asnan.

Pelaksanaan Garjas tersebut meliputi tes kesegaran ‘A’ yaitu lari jarak tempuh 3.200 meter dan tes kesegaran ‘B’ yaitu: pull up, sit up, push up dan shuttle run, serta renang militer dasar dengan jarak 50 meter. Untuk pelaksanaan kegiatan tes Garjas periodik II TA. 2018 Yonif 511/DY, dilaksanakan selama 2 hari yang terbagi dalam 2 gelombang.

Wadan Yonif 511/DY Mayor Inf Rayner D.R. Wajong menyampaikan, bahwa kegiatan tes kesegaran jasmani periodik ini merupakan program yang harus dilaksanakan oleh setiap Prajurit Yonif 511/DY, karena sebagai tolak ukur dalam melaksanakan tugas dan kegiatan ini bertujuan untuk membina dan meningkatkan kemampuan seluruh prajurit Yonif 511/DY.

“Kepada Prajurit yang akan melaksanakan tes Garjas periodik ini agar dalam pelaksanaan Garjas dilaksanakan dengan serius dan sunguh-sunguh serta berhati-hati, selain itu Kesegaran Jasmani ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran fisik prajurit sekaligus mengukur kemampuan Garjas seorang Prajurit secara berkala,” ujar Wadan.

Ia menjelaskan, “Diharapkan melalui tes Garjas periodik ini, kita dapat mengukur dan mengetahui kemampuan jasmani prajurit setiap enam bulan sekali sehingga menjadi prajurit yang profesional dan memiliki fisik yang tetap prima, oleh karena itu dibutuhkan pembinaan fisik secara rutin.”

“Apabila jasmani prajurit meningkat harus dipertahankan, akan tetapi apabila jasmani prajurit menurun perlu diadakan pembinaan fisik secara ekstra disatuan,” tegasnya.

Baca Juga :  Latihan Ground Training Persiapan Jungar Yonif Para Raider 433/JS